Pengalamanku di Pare Kampung Inggris Part II (Titik Nol English Course Review)

Hai!

Lama banget baru bisa nyambungin ceritanya ya! hehe mohon maaf banget karena kemageran diri ini..

Okay yuk dimulai!

Titik Nol English Course, terletak di Jl. Brawijaya No.75, Mangunrejo, Tulungrejo, Kec. Pare, Kediri, Jawa Timur 64212, Indonesia. Kalau dari arah gapura Kampung Inggris, kursusan ini berada di sebelah kanan jalan.

Seperti yang sudah aku ceritain di part I aku ngambil program 2 bulan di sini, yaitu Pre TOEFL dan TOEFL Intensive. Pertama kali sampai ke sini, aku langsung daftar ulang dan melakukan pembayaran. Malamnya langsung ada technical meeting gitu, dan kursus baru mulai keesokan harinya.

Ini sih yang mengawali semua. Ya! di technical meeting! Aku memang baru merasakan satu kursusan di pare jadi aku nggak bisa bandingin dengan kursusan lain. Jadi technical meeting di Titik Nol (TN) itu benar-benar bikin semangat yang sampai membara-bara gitu. Waktu itu diceritain tentang alumni-alumni TN yang berhasil meraih beasiswa-beasiswa di dalam dan luar negeri. Aku yang notabene datang ke pare emang cuma mau TOEFL ITP buat bisa daftar LPDP dalam negeri, jadi benar-benar terbuka matanya. Bahwa jalan untuk melanjutkan studi di Luar Negeri itu banyak banget, bukan cuma LPDP doang!

Tapi gimana, aku udah terlanjur daftar buat program TOEFL ITP, sedangkan banyak beasiswa luar negeri yang mintanya skor IELTS. Emang banyak. Tapi nggak semua kok. Aku sendiri kayak belom berani gitu loh buat ambil IELTS. masalahnya mahal banget kan testnya. Takutnya aku gagal dan buang-buang duit ortu 😦 Jadi yaudah mari menjalani 2 bulan kedepan dengan belajar TOEFL, dan fokus buat LPDP tapi juga engga menutup mata dengan semua kesempatan beasiswa yang ada. Itu prinsipku.

Di bulan pertama, aku masuk kelas pre TOEFL, di kelas pre TOEFL ini, dalam sehari kami dapat 4 kelas, yakni Vocabulary, Listening, Structure, dan Reading. Sama dengan bagian-bagian yang akan keluar di real test TOEFL. Kelas Vocab selalu di mulai jam 6 pagi. Ya. di Pare memang tiap hari kelas dimulai jam 6, bahkan di kursusan lain ada yang jam 5 (di camp).  Oh iya, jadi sebelum benar-benar masuk ke kelas sesuai keinginan, di TN ada pre test dulu buat mengetahui sejauh mana kemampuan siswa. Misalnya saat siswa ingin mengambil TOEFL, apakah kemampuan bahasa inggrisnya udah cukup untuk berada di kelas itu. Aku sendiri setelah pre test aku dibilang layak masuk kelas TOEFL dengan syarat aku harus mengambil satu kelas grammer di level intermediate. Ini semua tergantung dari hasil test. Jadi aku sendiri di bulan pertama mengambil 5 kelas karena ketambahan 1 kelas grammer.

Vocabulary

Di kelas vocab, kita bakal di kasih 1 buku berisi vocab-vocab yang akan sering keluar di real test TOEFL. Di buku itu bukan hanya berisi vocab dan harus kita hafal tapi juga kita disuruh mengisi perubahan-perubahan kelas katanya. Misalnya dari bentuk noun ke bentuk verb kaya apology-apologize. bahkan ke bentuk-bentuk lain juga seperti adjective dan adverb. Gimana, bisa dibayangin? Intinya di kelas Vocab ini kita belajar menghafal vocab beserta dengan kelas katanya karena itu penting banget di TOEFL.

Listening

Kelas listening biasanya langsung lanjut dari kelas vocab (tanpa jeda). Di kelas listening ini kita juga dikasih satu buku berisi materi dan latihan speaking. Dan setelah masuk di kelas kaya gini dan diajarin, aku baru ngeh kalau listening di TOEFL ada 3 part wkwk. ya maklum biasanya langsung ngerjain aja tanpa tau teorinya. Di kelas ini kita diajarin bentuk-bentuk soal yang sering muncul beserta cara memahami dan cara mengerjakan pastinya. Pada awalnya nilaiku paling bagus di part listening ini.

Structure

Kelas yang paling susah menurutku! Grammer aku emang ancur dari awal, masuk sini gatau apa-apa. ngerjain structure itu by reading dan by enak atau engganya kalau pake kata ini (sambil cocokin jawaban) Ternyata nggak gitu! pantesan aku disuruh ngambil kelas grammer tambahan. wkwk. Jadi di kelas ini kita bener-bener diajar gimana buat taklukin structure TOEFL dengan cepat dan tepat tanpa pikir lama-lama. Oiya kita juga dikasih buku structure.

Reading

Ini nih kelas yang menurut banyak orang paling gampang. Karena jawabannya pasti ada di text. tapi ternyata gak semudah itu. Pokoknya semua itu ada rahasia-rahasianya dan di tiap kelas di TN semua itu dibuka agar siswa bisa dapat nilai terbaik saat real test nanti.

Jadi memang belajar di TN ini mengarahnya selalu ke Real Test. Jadi pastikan kamu benar-benar akan mengambil Real Test kalau ambil kelas preparation gini.

Lanjut ke level Intensive  ya guys! masih kuat kan bacanya? wkwk

Di level intensive ini juga ada 4 kelas. yang berbeda adalah kelas di pagi hari adalah kelas scoring. Di kelas ini, setiap hari kita mengerjakan 1 paket soal TOEFL sampai selesai, dan akan di bahas di kelas selanjutnya yakni listening,  structure, dan reading. Setiap hari soal-soal yang diberikan akan berbeda, sampai kita benar-benar terbiasa. Skor kita juga akan selalu di pantau apakah naik, konstan atau malah turun.

Sambil menunggu hari real test tiba, karena kelas sudah selesai, kita akan diberikan lagi soal-soal tambahan untuk latihan sendiri, jadi semankin mantab buat real test. Aku sendiri selesai kursus di akhir februari, terus aku pulang ke solo dan baru real test tanggal 14 Maret di UNY Jogja. Oiya untuk lokasi real testnya, kalian yang harus mencari sendiri, karena dari TN belum ada. Biasanya disarankan di tempat yang saat listeningnya menggunakan earpone.

Jadi begitu guys kusus di Titik Nol. Selain kursus kegiatan sampingannya ada semacam bakti sosial gitu, dan pengabdian. Aku sendiri cuma pernah ikut bakti sosial. Kalau yang ngajar-ngajar gitu aku kemarin nggak ikut. hehe. Kegiatan lainnya kalian bisa cek ke insagram TitikNolEnglish. Selain itu kegiatan mandiri (diluar program TN) kalian juga bisa masak-masak bareng dan jalan-jalan bareng teman sekelas. Karena kebersamaannya lumayan lama, sebulan sampai dua bulan, bahkan ada yang 4 bulan, jadi lumayan akrab sama teman-temannya. Enjoylah pokoknya…

Oiya di awal cerita, aku kan sangat termotivasi tuh sama alumni-alumni yang berhasil dari TN, ternyata aku bisa menjadi salah satu dari mereka! Ini link testimoni aku.

Cerita mengenai perjalanan aku bisa berhasil dapat beasiswanya, akan aku ceritain selanjutnya!

Terimakasih sudah membaca 🙂

-Anisa

 

 

 

Pengalamanku di Pare Kampung Inggris Part I

Hello!

Postingan ini adalah postingan nazar~ kalau hasil real test toeflku mencapai targetku, akan aku tulis heheh.. Pada akhirnya tulisan ini benar-benar ada dan sedang kalian baca sekarang, so Alhmadulillahirrabbil ‘Alamin.

Pare, salah adalah nama kecamatan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jadi buat kalian yang kepo, Pare itu nama apa sih? sekarang terjawab ya, Pare itu Kecamatan!! Di dalam Kecamatan kan ada desa tuh, nah desanya namanya Tulungrejo nah disitulah Kampung Inggris itu berada (sebenarnya gak cuma 1 desa sih tapi sebagian besar berada di desa ini). Desa ini jangan bayangkan desa yang bener-bener desa ya karena kenampakannya nggak kayak itu. Kalau kalian yang udah ngerasain tinggal di daerah kampus, nah kenampakannya seperti itu. Banyak warung, cafe, laundry dan yang paling penting, banyak tempat kursusan Bahasa Inggris!

Kursusan Bahasa Inggris disini macam-macam banget, dengan berbagai program berbeda yang mereka tawarkan. Kalau aku, aku ke Kampung Inggris bertujuan untuk persiapan real test TOEFL ITP. Jadi aku nyari kursusan yang memang memiliki program khusus untuk persiapan TOEFL sesuai dengan sisa waktu yang aku punya yakni 2 bulan. Terpilihlah kursusan “Titik Nol English Course”. Pemilihan kursusan ini setelah melewati kegalauan dan riset kurang lebih seminggu. Risetnya melalui apa? Internet tentu saja 🙂

Pertimbangan awal aku memilih kursusan ini yang pertama adalah program yang ditawarkan, untuk TOEFL, Titik Nol punya 2 program yakni Toefl Preparation dan Toefl Intensive masing-masing 1 bulan. Pertimbangan kedua adalah jenis programnya, di Toefl Preparation masih diajari materi-materi Toefl bagi yang masih 0 banget pengetahuan mengenai jenis soal2 Toefl (bukan pengetahuan tentang Bahasa Inggris dasar ya) maka program ini dirasa pas. dan untuk Toefl Intensive, sebulan full akan didrill dengan soal-soal prediksi toefl, ya ibaratnya soal-soal Try Out sebelum Real Test. Karena 2 program itulah aku merasa cocok. Kemudian pertimbangan selanjutnya adalah testimoni. Aku mencari testimoni dari google (baca-baca review di google) dan chatting langsung dengan yang lagi les disana (aku pake kata kunci nyarinya, nyarinya di twitter :p) dan memang katanya bikin improve banget.

Selain tempat kursus, karena disana akan tinggal 2 bulan, pastilah aku bakal masuk camp/dorm/kost. Titik Nol sendiri punya camp, namun dari review-review yang udah aku baca sepertinya agak kurang nyaman (menurutku) sehingga aku secara mandiri mencari kost di sekitaran kursusan yang harganya sama dengan camp Titik Nol dan ketemu! Tentang kost ini mungkin akan aku ceritakan nanti ya!

Untuk mendaftar di kursusan ini, dapat dilakukan melalui website onlinenya, lalu mengirimkan biaya DP maka kamu otomatis terdaftar. Untuk berjaga-jaga aku sudah mendaftar online sebulan sebelum periode kursusku dimulai, karena takut kehabisan.

Kursusan di Kampung Inggris rata-rata tiap bulan membuka 2 periode kursus, tanggal 10 dan tanggal 25. Saat itu aku kesana tanggal 9 Januari untuk masuk di kursus mulai 10 Februari. Aku berangkat ke Pare dari Solo naik Travel namanya Dieng Travel seharga Rp 135.000 (free makan 1x) dan langsung diantarkan ke depan kost. FYI jarak dari stasiun Kediri ke Pare itu cukup jauh, kalau naik Grab Car sekitar Rp 80.000 jadi kalau aku pribadi lebih memilih naik travel karena lebih praktis juga nggak perlu mengangkat koper saat di dalam kereta (meskipun naik travel memakan waktu lebih lama).

Sampai sini dulu, see you di part 2. Di part selanjutnya aku akan lebih menceritakan mengenai suasana kursus di Titik Nol English Course. Jangan ketinggalan yaa 🙂

Roller Coaster

Januari, Februari, Maret

Apakah semangatmu masih seperti di awal tahun? apakah resulusimu di tahun ini sudah ada yang tercapai?

Ya, seperti Roller Coaster, kadang menukik tinggi, kadang seperti terjun

Begitupula dengan keadaan seseorang. Semangatnya, nafsunya, keimanannya, kebahagiannya, kesedihannya. Tidak ada yang benar benar konstan.

Tapi semoga kita selalu ingat pada tujuan awal kita. Selalu belajar dan memperbaiki diri, serta berdoa 🙂

Sampai bertemu di tujuan akhir roaller coasternya.

Semoga aku dan kalian memancarkan wajah bahagia setelah menaikinya.

-Anisa

Permulaan

Hai Assalamualaikum

Mengawali tahun 2019 ini saya membuat blog baru dan menonaktifkan yang lama di blogspot (padahal juga udah lama sekali tidak aktif).  Saya menghapus blog tersebut karena postingannya sudah terlampau memalukan jika dibaca hehe. Melalui blog yang baru ini semoga saya bisa mencurahkan pemikiran saya dan bisa menjadi hiburan atau inspirasi bagi teman-teman sekalian.

Tahun baru, seperti yang biasa orang-orang lain lakukan yakni meyusun resolusi, tentu saya juga punya resolusi dong! tapi biar saya dan Allah saja yang tahu. Yang pasti, semua resolusi ini butuh usaha keras, belajar dan beribadah untuk bisa mencapainya.

Saya yakin teman-teman sekalian pasti juga punya harapan dan resolusi masing-masing kan?  Saya bantu meng-amin-kan apapun harapan dan resolusi teman-teman sekalian, semoga kita semua dapat mencapainya.

Akhir kata, terus dukung blog ini ya, kritik yang membangun selalu saya harapkan untuk blog ini kedepannya.

-Anisa